Selasa 27 September
Pemulihan (Sebahagian)
Ya, kisah Ayub berakhir dengan catatan yang positif, berbeza dengan kisah watak Alkitab yang lain dan sering kepada orang lain secara umum. Sarjana Alkitab kadang-kadang bercakap tentang "pemulihan" Ayub. Dan memang, banyak hal yang dikembalikan kepadanya.
Namun, jika itu adalah pengakhiran sepenuhnya cerita itu, maka adakah cerita itu benar-benar lengkap? Tentu sekali banyak perkara yang menjadi lebih baik untuk Ayub, jauh lebih baik, tetapi Ayub tetap mati juga akhirnya. Semua anak-anaknya meninggal dunia. Semua cucunya, dan seterusnya, semua meninggal. Tidak diragukan, mereka semua menghadapi kebanyakan daripada trauma dan pencubaan hidup yang sama, sama seperti yang kita semua hadapi, trauma dan percubaan itu adalah fakta kehidupan di dunia yang telah jatuh.
Sejauh mana yang kita tahu, Ayub tidak pernah tahu penyebab di sebalik semua musibah yang menimpa dirinya. Ya, dia mendapat lebih ramai anak, tapi bagaimana pula dengan kesedihan dan ratapannya untuk anak-anaknya yang hilang? Bagaimana pula dengan bekas luka itu yang pasti dia bawa sampai akhir sisa hidupnya? Ayub memiliki pengakhiran yang bahagia, tapi itu bukan pengakhiran yang benar-benar bahagia. Terlalu banyak penghujung yang kekal tidak tersimpul, terlalu banyak persoalan yang kekal belum terjawab.
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan "memulihkan keadaan ayub" (Ayub 42:10), dan memang Tuhan telah memulihkan Ayub, terutama bila dibandingkan dengan semua yang datang sebelumnya. Namun masih banyak yang tidak lengkap, tidak terjawab, dan tidak terpenuhi.
Hal ini tidak menghairankan, bukan? Lagipun, di dunia ini seperti sekarang ini, tanpa mengira bagaimana “pengakhiran” kita, sama ada baik atau buruk, beberapa hal tetap tidak lengkap, tidak terjawab, dan tidak terpenuhi.
Itulah sebabnya pengakhiran buku Ayub boleh diertikan sebagai simbol kepada pengakhiran sebenar semua kesedihan dan penderitaan manusia. Ia membayangkan pengharapan dan janji yang ada pada kita, melalui Injil Yesus Kristus, pemulihan sepenuhnya dan lengkap yang tidak dapat ditandingi sedikitpun oleh pemulihan Ayub.
Baca 1 Korintus 4:5. Apakah yang ayat ini beritahu kita tentang bagaimana, pada masa ini, dalam kehidupan ini, beberapa hal masih kekal belum terjawab, tidak terpenuhi, dan tidak lengkap? Kepada pengharapan apakah yang ia tunjukkan kepada kita sebaliknya?
1Kr 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
Pemulihan (Sebahagian)
Ya, kisah Ayub berakhir dengan catatan yang positif, berbeza dengan kisah watak Alkitab yang lain dan sering kepada orang lain secara umum. Sarjana Alkitab kadang-kadang bercakap tentang "pemulihan" Ayub. Dan memang, banyak hal yang dikembalikan kepadanya.
Namun, jika itu adalah pengakhiran sepenuhnya cerita itu, maka adakah cerita itu benar-benar lengkap? Tentu sekali banyak perkara yang menjadi lebih baik untuk Ayub, jauh lebih baik, tetapi Ayub tetap mati juga akhirnya. Semua anak-anaknya meninggal dunia. Semua cucunya, dan seterusnya, semua meninggal. Tidak diragukan, mereka semua menghadapi kebanyakan daripada trauma dan pencubaan hidup yang sama, sama seperti yang kita semua hadapi, trauma dan percubaan itu adalah fakta kehidupan di dunia yang telah jatuh.
Sejauh mana yang kita tahu, Ayub tidak pernah tahu penyebab di sebalik semua musibah yang menimpa dirinya. Ya, dia mendapat lebih ramai anak, tapi bagaimana pula dengan kesedihan dan ratapannya untuk anak-anaknya yang hilang? Bagaimana pula dengan bekas luka itu yang pasti dia bawa sampai akhir sisa hidupnya? Ayub memiliki pengakhiran yang bahagia, tapi itu bukan pengakhiran yang benar-benar bahagia. Terlalu banyak penghujung yang kekal tidak tersimpul, terlalu banyak persoalan yang kekal belum terjawab.
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan "memulihkan keadaan ayub" (Ayub 42:10), dan memang Tuhan telah memulihkan Ayub, terutama bila dibandingkan dengan semua yang datang sebelumnya. Namun masih banyak yang tidak lengkap, tidak terjawab, dan tidak terpenuhi.
Hal ini tidak menghairankan, bukan? Lagipun, di dunia ini seperti sekarang ini, tanpa mengira bagaimana “pengakhiran” kita, sama ada baik atau buruk, beberapa hal tetap tidak lengkap, tidak terjawab, dan tidak terpenuhi.
Itulah sebabnya pengakhiran buku Ayub boleh diertikan sebagai simbol kepada pengakhiran sebenar semua kesedihan dan penderitaan manusia. Ia membayangkan pengharapan dan janji yang ada pada kita, melalui Injil Yesus Kristus, pemulihan sepenuhnya dan lengkap yang tidak dapat ditandingi sedikitpun oleh pemulihan Ayub.
Baca 1 Korintus 4:5. Apakah yang ayat ini beritahu kita tentang bagaimana, pada masa ini, dalam kehidupan ini, beberapa hal masih kekal belum terjawab, tidak terpenuhi, dan tidak lengkap? Kepada pengharapan apakah yang ia tunjukkan kepada kita sebaliknya?
1Kr 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.